Nama
: Mochamad Briyan Ramadhan
NIM
: 1703020009
Sistem etika politik, ideologi besar
dunia, serta perbandingan ideologi Pancasila, Liberalisme, dan Komunisme
Ø
Pengertian Etika
Etika adalah kelompok filsafat praktis (filsafat yang
membahas bagaimana manusia bersikap terhadap apa yang ada). Etika sendiri
dibagi menjadi dua kelompok. Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan
mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. Etika adalah ilmu
yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran
tertentu atau bagaimana kita bersikap dan bertanggung jawab dengan berbagai
ajaran moral.
Ø
Kedua kelompok
etika itu adalah sebagai berikut
1.
Etika Umum, mempertanyakan prinsip-prinsip
yang berlaku bagi setiap tindakan manusia.
2.
Etika Khusus, membahas prinsip-prinsip
tersebut di atas dalam hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia,
baik sebagai individu (etika individual) maupun makhluk sosial (etika sosial)
Ø
Secara etimologis (asal kata), etika berasal
dari bahasa Yunani, ethos, yang artinya watak kesusilaan atau adat. Istilah ini
identik dengan moral yang berasal dari bahasa Latin, mos yang jamaknya mores,
yang juga berarti adat atau cara hidup. Meskipun kata etika dan moral memiliki
kesamaan arti, dalam pemakaian sehari-hari dua kata ini digunakan secara
berbeda. Moral atau moralitas digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai,
sedangkan etika digunakan untuk mengkaji sistem nilai yang ada. Dalam bahasa Arab, padanan kata etika adalah akhlak yang merupakan kata
jamakkhuluk yang berarti perangai, tingkah laku atau tabiat.
Ø
Pengertian Politik
Makna politik secara umum yaitu sebuah tahapan dimana untuk membentuk atau
membangun posisi-posisi kekuasaan didalam masyarakat yang berguna sebagai
pengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan kondisi masyarakat. Katapolitikini berasaldari Bahasa yunani yaitu POLIS DAN TETA.Arti
darikata POLIS sendiriyaitu kota/negara sedangkan untuk kata TETA yaitu urusan. Sehingga hakikat politik itu sendiri merupakan
sebuah usaha untuk mengelola dan menata sistem pemerintahan untuk mewujudkan
kepentingan atau cita-cita dari suatu Negara.
a)
Etika Politik
Etika politik adalah sebuah prinsip moral yang ada kaitannya dengan baik atau
buruknya tindakan atau perilaku seseorang dalam menjalankan politik. Dalam kenyataannya etika berpolitik adalah meyusun atau menata sebuah
masyarakat untuk dapat memberikan berbagai macam ide dengan cara yang baik dan
berdasarkan sebuah prinsip dasar moral manusia.
b)
Prinsip Dasar
Etika Politik Pancasila
- Pluralisme
- Hak Asasi Manusia
- Solidaritas Bangsa
- Demokrasi
- Keadilan Sosial
c)
Pluralisme
Dengan pluralism dimaksud kesediaan untuk
menerima pluralitas, artinya, untuk hidup dengan positif, damai, toleran, dan
biasa/normal bersama warga masyarakat yang berbeda pandangan hidup, agama,
budaya, adat. Pluralism mengimplikasikan pengakuan terhadap kebebasan beragama,
kebebasan berpikir, kebebasan mencari informasi, toleransi. Pluralisme
memerlukan kematangan kepribadian seseorang dan sekelompok orang. Lawan
pluralism adalah intoleransi, segenap paksaan dalam hal agama, kepicikan
ideologis yang mau memaksakan pandangannya kepada orang lain.
Prinsip pluralism terungkap dalam Ketuhanan
Yang Maha Esa yang menyatakan bahwa di Indonesia tidak ada orang yang boleh
didisriminasikan karena keyakinan religiusnya. Sikap ini adalah bukti
keberadaban dan kematangan karakter koletif bangsa.
d)
Hak Asasi
Manusia
Jaminan hak-hak asasi manusia adalah bukti
Kemanusia yang adil dan beradab. Mengapa? Karena hak-hak asasi manusia
menyatakan bagaimana manusia wajib diperlakukan dan wajib tidak diperlakukan.
Jadi bagaimana manusia harus diperlakukan agar sesuai dengan martabatnya
sebagai manusia.
Hak-hak asasi manusia adalah baik mutlak maupun kontekstual:
- Mutlak karena manusia
memilikinya bukan karena pemberian Negara, masyarakat, melainkan karena ia
manusia, jadi dari tangan Sang Pencipta.
- Kontekstual karena
baru mempunyai fungsi dan karena itu mulai disadari, di ambang modernitas
di mana manusia tidak lagi dilindungi oleh adat/tradisi, dan seblaiknya diancam
oleh Negara modern.
e)
Solidaritas Bangsa
Solidaritas mengatakan bahwa kita tidak hanya
hidup demi diri sendiri, melainkan juga demi orang lain, bahwa kita bersatu
senasib sepenanggungan.
Sosialitas manusia berkembnag secara melingkar: keluarga, kampong, kelompok
etnis, kelompok agama, kebangsaan, solidaritas sebagai manusia. Maka di sini
termasuk rasa kebangsaan. Manusia menjadi seimbang apabila semua lingkaran
kesosialan itu dihayati dalam kaitan dan keterbatasan masing-masing.
f)
Demokrasi
Prinsip “kedaulatan rakyat” menyatakan bahwa
tak ada manusia atau sebuah elit atau sekelompok ideologi berhak untuk
menentukan dan memaksakan orang lain harus atau boleh hidup. Bahwa mereka yang dipimpin berhak menentukan siapa yang memimpin mereka
dan kemana mereka mau dipimpin. Jadi demokrasi memerlukan sebuah system
penerjemah kehendak masyarakat ke dalam tindakan politik.
Demokrasi hanya
dapat berjalan baik atas dua dasar, yaitu :
- Pengakuan dan jaminan
terhadap HAM; perlindungan terhadap HAM menjadi prinsip mayoritas tidak
menjadi kediktatoran mayoritas.
- Kekuasaan dijalankan
atas dasar, dan dalam ketaatan terhadap hukum (Negara hukum demokratis).
Maka kepastian hukum merupakan unsur harkiki dalam demokrasi (karena
mencegah pemerintah yang sewenang-wenang).
g)
Keadilan Sosial
Keadilan merupakan norma moral paling dasar dalam
kehidupan masyarakat. Moralitas masyarakat mulai dengan penolakan terhadap
ketidakadilan. Keadilan
social adalah keadilan yang terlaksana. Dalam kenyataan, keadilan social
diusahakan dengan membongkar ketidakadilan-ketidakadilan yang ada dalam
masyarakat. Ketidakadilan paling gawat sekarang adalah sebagian besar segala
kemiskinan. Ketidakadilan semua diskriminasi atas dasar ras, suku dan budaya.
PENGERTIAN DAN
MAKNA IDEOLOGI BAGI BANGSA DAN NEGARA
PENGERTIAN IDEOLOGI
ü Ideologi
berasal dari kata”idea” dari bahsa Yunani Bahasa Yunani “eidos” yang
berrati gagasan, konspe, pengertian dasar, cita-cita, dan logos yang artinya
bererti ilmu. Kata Eithos dicari berasal dari bahasa Yunani yg artinya bentuk.
Ada algi Idein secara ideologi dapat diartikan ilmu pengetahuan tentang ide-ide
(the science of ideas) atau ajaran ttg pengertian-pengertian dasar (Ma’mur,
2005:1-2).
ü Pengertian
secara harfiah ideology adl “a system of ideas” suati serangkaian ide yang
terpadu menjadi satu. Dalam penggunaannya istilah ini dipakai secara khas dalam
bidang politik untuk menunjukan seperangkat nilai yg terpadu, berkenaan dgn
hidup bermasy, berbangsa dan bernegara.
•
Ideologi merupakan rangkuman dalam gagasan. Pada umumnya ideologi
gagasaan, kaitanya dengan dengan politik sehingga sering kita dengar adanya
sosialogi politik. Erat hubungannya
dengan politik ini adalah ideologi dasar ideologi nasional dan ideologi
bangsa
ü Secara umum
ideology adalah seperangkat gagasan atau pemikiran yg berorientasi pada
tindakan yang diorganisir menjadi suatu
sistem yg teratur.
ü Unsur
– Unsur Ideologi
- Adanya suatu penafsiran atau pemahaman
terhadap kenyataan.
- Memuat seperangkat nilai-nilai atau
preskripsi moral
- Memuat suatu tindakan , ideology
merupakan suatu pedoman kegiatan
mewujudkan nilai-nilai yng termuat di dalamnya (Sastrapratedja, 1991:142).
·
Fungsi Ideologi
- Struktur kognitif, keseluruhan pengetahuan
yg dpt merupakan landasan untuk memahami dan menfsirkan dunia dan
kejadian2 dlm alam sekitarnya.
- Orientasi dasar dgn membuka wawasan yg
memberikan makna serta menunjukan tujuan dalam kehidupan manusia.
- Norma-norma yg menjadi pedoman dan
pandangan hidup seseorang untuk melangkah dan bertindak.
- Bekal dan jalan bagi seseorang untuk
menemukan identitasnya.
- Kekuatan yg mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk
menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan. Poespowardojo (1991:48)
PERKEMBANGAN IDEOLOGI BESAR DUNIA
•
LIBERALISME
•
KOMUNISME
•
MARXISME
•
SOSIALISME
•
FASISME
•
NASIONALISME
1.
Liberalisme
Liberalisme dari kata liberalis (kata lain) yang merupakan
kata turunan dr liber yg berarti bebas, merdeka, tak terikat, tak tergantung.
Ideologi ini mementingkan kebebasan seseorang, ia terpantul dalam aspek segala
kehidupan. Berpangkal tolak dari anggapan bahwa kebahagiaan perseorangan akan
dapat pula terwujud menjadi kebahagiaan masy, tidaklah mengherankan kemudian
paham ini berkembang/bervariasi mnj pragmatism, yg berguna bagi perseorangan
adalah baik. Darmodiharjo, 1984:58).
Liberalisme merupakan
kebebasan individu manusia. Berkembang dibarat dari individualism-à kebabasan pribadi: liberalism merupakan paham atau ajaran yg
mengagungkan kebebasan individu.
Dalam ajaran liberalism manusia pd hakikatnya makhluk individu yg
bebas, pribadi yg utuh dan lengkap serta terlepas dari manusia lainnya sehingga
keberadaan individu lebih penting dari
masyarakat.
·
Konsep yg terkandung dalam Liberalisme
a)
Inti pemikiran kebebasan individu
b)
Perkembangannya, berkembang sbg respon thdp pola kekuasaan negara
yg absolut, pada timbulnya otoriter yg disertai dgn pembatasan ketat melalui
berbagai UU dan peraturan thdp WN.
c)
Landasan pemikirannya adalah bahwa manusia pada hakikatnya adalah
baik dan berudi pekerti, tanpa harus diadakannya pola-pola pengaturan yg ketat
dan bersifat memaksa terhadapnya.
d)
Sistem pemerintahan harus
demokrasi
2.
Komunisme
• Komunisme
merupakan gerakan dan kekuatan partai-partai komunis yg lahir sejak Revolusi Rusia
1917 di bawah pimpinan W.I. Lenin yg tumbuh mjd kekuatan politik dan ideology
internasional. Istilah komunisme masih dering dipakai dan disamakan dgn istilah
ajaran komunisme dgn Marxisme-Leninisme dan “Komunisme Internasional”.
• Sebelum
dimonopoli oleh Lenin, istilah komunisme dipakai untuk cita-cita utopis masy di
mana segala hak milik pribadi dihapuskan dan semuanya dimiliki secara bersama
(Magnissuseno dlm Nashir, 2001:36-37).
Ø Ciri- Ciri
Ideologi Komunisme :
a)
Ateisme, penganut ini tidak percaya adanya Tuhan, bahwa kehidupan
manusia berasarkan atas suatu evolusi. Kehidupan ditentukan oleh hukum2, agama
dimusuhià agama dianggap sbg
penghalang kemajuan, agama memiikikm keuletan.
b)
Dogmatisme: tidak memercayai pikiran, artinya ajaran2 yg berlaku berdasarkan
atas pikiran Mark-Engels harus diterima begitu saja.
c)
Otoritas: Pelaksanaan
politik berdasarkan kekerasan.
d)
Pengkhianatan terhadap HAM: tidak mengakui adanya HAM, hanya partai
yang mempunyai hak.
e)
Diktator: kekuasaan pemerintahan dipegang oleh partai komunis,
golongan lain dilenyapkan.
f)
Interpretasi Ekonomi: sistem ekonomi diatur secara sentralistik,
artinya pengaturan dan penguasaan ekonomi diatur oleh pusat. Negara mengambil
alih semua kekuasaan dan pengaturan
ekonomi.
Ø Landasan
Pemikiran Komunis
a)
Penolakan situasi dan Kondisi masa lampau, baik secara tegas ayau
tidak,
b)
Analisa yg cenderung negatif terhadap situasi dan kondisi yg ada
c)
Berisi resep perbaikan untuk masa depan
d)
Rencana-rencana tindakan jangka pendek yang memungkinkan
terwujudnya tujuan yang berbeda,Sistem pemeritahan bersifat otoriter, totaliter
dan diktator.
3.
Marxisme
•
Marxisme dalam batas2 tertentu bisa dipandang sebagai jembatan antara revolusi Perancis dan
Revolusi Proletar Rusia 1917. untuk memahami Marxisme sebagai ajaran filsafat
dan doktrin revolusioner, serta kaitannya dengan gerakan komunisme di Uni
Soviet maupun di negara dunia lainnya.
•
Dalam hubungan Marxise cenderung pada pemikiran hegel yang
melandaskan pemikiran bawa kontradiksi dan konflik dari berbagai yg saling
berlawanan satu sama lain sebenarnya bisa membawa pergeseran kehidupan sosial
politik dari tingkat yg sebelumnya ke tingkat yg lebih tinggi.
•
Komponen dasar Marxisme:
filsafat dialectical dan materialime; sikap thdp masy kapitalis yg
bertumpu pada teori nilai tenaga kerja; menyangkut teori negara dan teori
revolusi yg dikembangkan atas konsep dasar perjuangan kelas.
4.
Sosialisme
•
Istilah sosialisme muncul pertama kali diperancis tahun 1950 dan
negeri Eropa tersebut kemuudian hari tumbuh menjadi pusat sosialisme dunia.
Sama halnya komunisme.
•
Kedua istilah tersebut semula dipakai untuk pengertian yg sama,
tetaaapi belakngan komunisme digunakan untuk menunjuk pada aliran sosialis yg
lebih radikal, yg menuntut total hak miliki pribadi dan kesamaan komunis, serta
mengharapkan komunis itu bukan dari kebaikan pemerintahb melainkan semata-mata
perjuangan kaum tertindas itu sendiri.
•
Mark dan Engels menyebut komunis=sosialis. Ketiga ideologi
Marxisme, komunisme dan sosialismeseringkali dianggap sebagai ideology yg
memiliki akar pemikiran sama dan saling berkaitan, yakni pembebasan perjuangan
kaum buruh dihadapan kapitalis serta penghapusan hak-hak milik pribadi atas
alat-alat produksi yg digantikan oleh hak-hak milik kolektif.
Ø 3 Pilar yg
menjadi Paham (Marxisme, Komunisme dan Sosialisme)
a)
Paham materialism sejarah historis/ historis materialism, yg
intinya bahwa ekonomi merupakan infrastruktur yg menentukan jalan sejarah umat
manusia.
b)
Paham bahwa pemilik modal memeras buruh dan menguasai alat-alat
produksi dlm sistem industry dan hal itu merupakan sumber ketidakadilan yg
harus dimusnakan.
c)
Paham bahwa sejarah dunia merupakan perjuangan kelas proletar
(kelas bawah, wong cilik) melawan kaum borjuis (kelas atas, pemilik modal) yg
berakhir kemenangan kaum proletar dan lahirnya masy tanpa kelas dlm
kediktatoran proletariat dan sosialisme negara.
5.
Fasisme
•
Fasisme merupakan sebuah ideology yg berusaha menghidupkan kembali
sosial, ekonomi dan budaya dari negara dengan berlandaskan pada asas
nasionalisme yg tinggi, dengan ciri-ciri:
- Tidak setuju dengan kemapanan yg anti
perubahan (konservatisme)
- Selalu muncul ketika Negara mengalami
krisis masa lalu
- Selalu muncul ketika negara mengalami
krisis
Ciri
khas pada Ideologi Fasisme :
- Rasialisme: pengikut ideologi ini tidak
bebas berpikir terhadap ideology itu sendiri.
- Diktator: ajaran ini dogmatis, kritik
dianggap suatu kejahatan. Perlawanan terhadap ajaran dan kekuasaan
pemerintahan dimusnakan dgn cara kekerasan
- Imperalisme: atas dasar ideology mereka
melakukan penguasaan atas bangsa lain
•
Semboyan fasisme : “Crediere, Obediere dan Combattere” (Yakinlah,
tunduklah, berjuanglah)
6. Nasionalisme
•
Nasionalisme adalahsuatu paham yg berpendapat bahwa kesetiaan yang tertinggi harus diserahkan pada negara kebangsaan.
•
Perasaan yg mendalam dalam suatu ikatan yg erat dengan tanah tumpah
darahnya, dengan tradisi-tradisi setempat dan penguasaan resmi didaerahnya
selalu ada disepanjang sejarah dengan kekuatan yang berbeda-beda.
Arti
Nasionalisme :
- Sebagai suatu proses sejarah aktual,
proses sejarah pembentukan nasionalitas sebagai unit-unit politik,
pembentukan suku dan imperium kelembagaan negara nasional modern.
- Sebagai suatu teori, prinsip atau
implikasi ideal dalam proses sejarah aktual.
- Nasionalisme menaruh kepedulian thd
kegiatan-kegiatan politik, seperti kegiatan partai politik tertentu,
penggabungan proses historis dan suatu teori politik.
- Sebagai suatu sentiment, yang menunjukan
keadaan pikiran di antara nasionalitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar