2017-10-26

Sistem Etika Politik dan Perkembangan Ideologi Dunia

Nama : Mochamad Briyan Ramadhan
NIM : 1703020009

Sistem etika politik, ideologi besar dunia, serta perbandingan ideologi Pancasila, Liberalisme, dan Komunisme

Ø Pengertian Etika
Etika adalah kelompok filsafat praktis (filsafat yang membahas bagaimana manusia bersikap terhadap apa yang ada). Etika sendiri dibagi menjadi dua kelompok. Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. Etika adalah ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran tertentu atau bagaimana kita bersikap dan bertanggung jawab dengan berbagai ajaran moral.
Ø  Kedua kelompok etika itu adalah sebagai berikut
1.      Etika Umum, mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia.
2.      Etika Khusus, membahas prinsip-prinsip tersebut di atas dalam hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia, baik sebagai individu (etika individual) maupun makhluk sosial (etika sosial)

Ø  Secara etimologis (asal kata), etika berasal dari bahasa Yunani, ethos, yang artinya watak kesusilaan atau adat. Istilah ini identik dengan moral yang berasal dari bahasa Latin, mos yang jamaknya mores, yang juga berarti adat atau cara hidup. Meskipun kata etika dan moral memiliki kesamaan arti, dalam pemakaian sehari-hari dua kata ini digunakan secara berbeda. Moral atau moralitas digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan etika digunakan untuk mengkaji sistem nilai yang ada. Dalam bahasa Arab, padanan kata etika adalah akhlak yang merupakan kata jamakkhuluk yang berarti perangai, tingkah laku atau tabiat.

Ø Pengertian Politik
Makna politik secara umum yaitu sebuah tahapan dimana untuk membentuk atau membangun posisi-posisi kekuasaan didalam masyarakat yang berguna sebagai pengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan kondisi masyarakat. Katapolitikini berasaldari Bahasa yunani yaitu POLIS DAN TETA.Arti darikata POLIS sendiriyaitu kota/negara sedangkan untuk kata TETA yaitu urusan. Sehingga hakikat politik itu sendiri merupakan sebuah usaha untuk mengelola dan menata sistem pemerintahan untuk mewujudkan kepentingan atau cita-cita dari suatu Negara.
a)     Etika Politik
Etika politik adalah sebuah prinsip moral yang ada kaitannya dengan baik atau buruknya tindakan atau perilaku seseorang dalam menjalankan politik. Dalam kenyataannya etika berpolitik adalah meyusun atau menata sebuah masyarakat untuk dapat memberikan berbagai macam ide dengan cara yang baik dan berdasarkan sebuah prinsip dasar moral manusia.

b)    Prinsip Dasar Etika Politik Pancasila 
  • Pluralisme
  • Hak Asasi Manusia
  • Solidaritas Bangsa
  • Demokrasi
  • Keadilan Sosial


c)     Pluralisme
Dengan pluralism dimaksud kesediaan untuk menerima pluralitas, artinya, untuk hidup dengan positif, damai, toleran, dan biasa/normal bersama warga masyarakat yang berbeda pandangan hidup, agama, budaya, adat. Pluralism mengimplikasikan pengakuan terhadap kebebasan beragama, kebebasan berpikir, kebebasan mencari informasi, toleransi. Pluralisme memerlukan kematangan kepribadian seseorang dan sekelompok orang. Lawan pluralism adalah intoleransi, segenap paksaan dalam hal agama, kepicikan ideologis yang mau memaksakan pandangannya kepada orang lain.
Prinsip pluralism terungkap dalam Ketuhanan Yang Maha Esa yang menyatakan bahwa di Indonesia tidak ada orang yang boleh didisriminasikan karena keyakinan religiusnya. Sikap ini adalah bukti keberadaban dan kematangan karakter koletif bangsa.

d)    Hak Asasi Manusia
Jaminan hak-hak asasi manusia adalah bukti Kemanusia yang adil dan beradab. Mengapa? Karena hak-hak asasi manusia menyatakan bagaimana manusia wajib diperlakukan dan wajib tidak diperlakukan. Jadi bagaimana manusia harus diperlakukan agar sesuai dengan martabatnya sebagai manusia.

Hak-hak asasi manusia adalah baik mutlak maupun kontekstual:
  • Mutlak karena manusia memilikinya bukan karena pemberian Negara, masyarakat, melainkan karena ia manusia, jadi dari tangan Sang Pencipta.
  • Kontekstual karena baru mempunyai fungsi dan karena itu mulai disadari, di ambang modernitas di mana manusia tidak lagi dilindungi oleh adat/tradisi, dan seblaiknya diancam oleh Negara modern.
e)     Solidaritas Bangsa
Solidaritas mengatakan bahwa kita tidak hanya hidup demi diri sendiri, melainkan juga demi orang lain, bahwa kita bersatu senasib sepenanggungan. Sosialitas manusia berkembnag secara melingkar: keluarga, kampong, kelompok etnis, kelompok agama, kebangsaan, solidaritas sebagai manusia. Maka di sini termasuk rasa kebangsaan. Manusia menjadi seimbang apabila semua lingkaran kesosialan itu dihayati dalam kaitan dan keterbatasan masing-masing.
f)      Demokrasi
Prinsip “kedaulatan rakyat” menyatakan bahwa tak ada manusia atau sebuah elit atau sekelompok ideologi berhak untuk menentukan dan memaksakan orang lain harus atau boleh hidup. Bahwa mereka yang dipimpin berhak menentukan siapa yang memimpin mereka dan kemana mereka mau dipimpin. Jadi demokrasi memerlukan sebuah system penerjemah kehendak masyarakat ke dalam tindakan politik.
Demokrasi hanya dapat berjalan baik atas dua dasar, yaitu :
  • Pengakuan dan jaminan terhadap HAM; perlindungan terhadap HAM menjadi prinsip mayoritas tidak menjadi kediktatoran mayoritas.
  • Kekuasaan dijalankan atas dasar, dan dalam ketaatan terhadap hukum (Negara hukum demokratis). Maka kepastian hukum merupakan unsur harkiki dalam demokrasi (karena mencegah pemerintah yang sewenang-wenang).
g)     Keadilan Sosial
Keadilan merupakan norma moral paling dasar dalam kehidupan masyarakat. Moralitas masyarakat mulai dengan penolakan terhadap ketidakadilan. Keadilan social adalah keadilan yang terlaksana. Dalam kenyataan, keadilan social diusahakan dengan membongkar ketidakadilan-ketidakadilan yang ada dalam masyarakat. Ketidakadilan paling gawat sekarang adalah sebagian besar segala kemiskinan. Ketidakadilan semua diskriminasi atas dasar ras, suku dan budaya.

                                                                                              
PENGERTIAN DAN MAKNA IDEOLOGI BAGI BANGSA DAN NEGARA

PENGERTIAN IDEOLOGI
ü  Ideologi berasal dari kata”idea” dari bahsa Yunani Bahasa Yunani “eidos” yang berrati gagasan, konspe, pengertian dasar, cita-cita, dan logos yang artinya bererti ilmu.  Kata Eithos dicari  berasal dari bahasa Yunani yg artinya bentuk. Ada algi Idein secara ideologi dapat diartikan ilmu pengetahuan tentang ide-ide (the science of ideas) atau ajaran ttg pengertian-pengertian dasar (Ma’mur, 2005:1-2).
ü  Pengertian secara harfiah ideology adl “a system of ideas” suati serangkaian ide yang terpadu menjadi satu. Dalam penggunaannya istilah ini dipakai secara khas dalam bidang politik untuk menunjukan seperangkat nilai yg terpadu, berkenaan dgn hidup bermasy, berbangsa dan bernegara.
      Ideologi merupakan rangkuman dalam gagasan. Pada umumnya ideologi gagasaan, kaitanya dengan dengan politik sehingga sering kita dengar adanya sosialogi politik. Erat hubungannya  dengan politik ini adalah ideologi dasar ideologi nasional dan ideologi bangsa
ü  Secara umum ideology adalah seperangkat gagasan atau pemikiran yg berorientasi pada tindakan  yang diorganisir menjadi suatu sistem yg teratur.
ü Unsur – Unsur Ideologi
  1. Adanya suatu penafsiran atau pemahaman terhadap kenyataan.
  2. Memuat seperangkat nilai-nilai atau preskripsi moral
  3. Memuat suatu tindakan , ideology merupakan  suatu pedoman kegiatan mewujudkan nilai-nilai yng termuat di dalamnya (Sastrapratedja, 1991:142).
·        Fungsi Ideologi
  1. Struktur kognitif, keseluruhan pengetahuan yg dpt merupakan landasan untuk memahami dan menfsirkan dunia dan kejadian2 dlm alam sekitarnya.
  2. Orientasi dasar dgn membuka wawasan yg memberikan makna serta menunjukan tujuan dalam kehidupan manusia.
  3. Norma-norma yg menjadi pedoman dan pandangan hidup seseorang untuk melangkah dan bertindak.
  4. Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitasnya.
  5. Kekuatan yg mampu menyemangati  dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan. Poespowardojo (1991:48)
PERKEMBANGAN IDEOLOGI BESAR DUNIA
      LIBERALISME
      KOMUNISME
      MARXISME
      SOSIALISME
      FASISME
      NASIONALISME


1. Liberalisme
Liberalisme dari kata liberalis (kata lain) yang merupakan kata turunan dr liber yg berarti bebas, merdeka, tak terikat, tak tergantung. Ideologi ini mementingkan kebebasan seseorang, ia terpantul dalam aspek segala kehidupan. Berpangkal tolak dari anggapan bahwa kebahagiaan perseorangan akan dapat pula terwujud menjadi kebahagiaan masy, tidaklah mengherankan kemudian paham ini berkembang/bervariasi mnj pragmatism, yg berguna bagi perseorangan adalah baik. Darmodiharjo, 1984:58).
Liberalisme merupakan  kebebasan individu manusia. Berkembang dibarat dari individualism-à kebabasan pribadi: liberalism merupakan paham atau ajaran yg mengagungkan kebebasan individu.
Dalam ajaran liberalism manusia pd hakikatnya makhluk individu yg bebas, pribadi yg utuh dan lengkap serta terlepas dari manusia lainnya sehingga keberadaan individu lebih penting dari  masyarakat.
·         Konsep yg terkandung dalam Liberalisme
a)      Inti pemikiran kebebasan individu
b)      Perkembangannya, berkembang sbg respon thdp pola kekuasaan negara yg absolut, pada timbulnya otoriter yg disertai dgn pembatasan ketat melalui berbagai UU dan peraturan thdp WN.
c)      Landasan pemikirannya adalah bahwa manusia pada hakikatnya adalah baik dan berudi pekerti, tanpa harus diadakannya pola-pola pengaturan yg ketat dan bersifat memaksa terhadapnya.
d)     Sistem pemerintahan  harus demokrasi

2. Komunisme
      Komunisme merupakan gerakan dan kekuatan partai-partai komunis yg lahir sejak Revolusi Rusia 1917 di bawah pimpinan W.I. Lenin yg tumbuh mjd kekuatan politik dan ideology internasional. Istilah komunisme masih dering dipakai dan disamakan dgn istilah ajaran komunisme dgn Marxisme-Leninisme dan “Komunisme Internasional”.
      Sebelum dimonopoli oleh Lenin, istilah komunisme dipakai untuk cita-cita utopis masy di mana segala hak milik pribadi dihapuskan dan semuanya dimiliki secara bersama (Magnissuseno dlm Nashir, 2001:36-37).

Ø  Ciri- Ciri Ideologi Komunisme :
a)      Ateisme, penganut ini tidak percaya adanya Tuhan, bahwa kehidupan manusia berasarkan atas suatu evolusi. Kehidupan ditentukan oleh hukum2, agama dimusuhià  agama dianggap sbg penghalang kemajuan, agama memiikikm keuletan.
b)      Dogmatisme: tidak memercayai pikiran, artinya ajaran2 yg berlaku berdasarkan atas pikiran Mark-Engels harus diterima begitu saja.
c)      Otoritas:  Pelaksanaan politik berdasarkan kekerasan.
d)     Pengkhianatan terhadap HAM: tidak mengakui adanya HAM, hanya partai yang mempunyai hak.
e)      Diktator: kekuasaan pemerintahan dipegang oleh partai komunis, golongan lain dilenyapkan.
f)       Interpretasi Ekonomi: sistem ekonomi diatur secara sentralistik, artinya pengaturan dan penguasaan ekonomi diatur oleh pusat. Negara mengambil alih semua  kekuasaan dan pengaturan ekonomi.


Ø Landasan Pemikiran Komunis
a)      Penolakan situasi dan Kondisi masa lampau, baik secara tegas ayau tidak,
b)      Analisa yg cenderung negatif terhadap situasi dan kondisi yg ada
c)      Berisi resep perbaikan untuk masa depan
d)     Rencana-rencana tindakan jangka pendek yang memungkinkan terwujudnya tujuan yang berbeda,Sistem pemeritahan bersifat otoriter, totaliter dan diktator.



3. Marxisme
      Marxisme dalam batas2 tertentu bisa dipandang  sebagai jembatan antara revolusi Perancis dan Revolusi Proletar Rusia 1917. untuk memahami Marxisme sebagai ajaran filsafat dan doktrin revolusioner, serta kaitannya dengan gerakan komunisme di Uni Soviet maupun di negara dunia lainnya.
      Dalam hubungan Marxise cenderung pada pemikiran hegel yang melandaskan pemikiran bawa kontradiksi dan konflik dari berbagai yg saling berlawanan satu sama lain sebenarnya bisa membawa pergeseran kehidupan sosial politik dari tingkat yg sebelumnya ke tingkat yg lebih tinggi.
      Komponen dasar Marxisme:  filsafat dialectical dan materialime; sikap thdp masy kapitalis yg bertumpu pada teori nilai tenaga kerja; menyangkut teori negara dan teori revolusi yg dikembangkan atas konsep dasar perjuangan kelas.

4. Sosialisme
      Istilah sosialisme muncul pertama kali diperancis tahun 1950 dan negeri Eropa tersebut kemuudian hari tumbuh menjadi pusat sosialisme dunia. Sama halnya komunisme.
      Kedua istilah tersebut semula dipakai untuk pengertian yg sama, tetaaapi belakngan komunisme digunakan untuk menunjuk pada aliran sosialis yg lebih radikal, yg menuntut total hak miliki pribadi dan kesamaan komunis, serta mengharapkan komunis itu bukan dari kebaikan pemerintahb melainkan semata-mata perjuangan kaum tertindas itu sendiri.
      Mark dan Engels menyebut komunis=sosialis. Ketiga ideologi Marxisme, komunisme dan sosialismeseringkali dianggap sebagai ideology yg memiliki akar pemikiran sama dan saling berkaitan, yakni pembebasan perjuangan kaum buruh dihadapan kapitalis serta penghapusan hak-hak milik pribadi atas alat-alat produksi yg digantikan oleh hak-hak milik kolektif.

Ø  3 Pilar yg menjadi Paham (Marxisme, Komunisme dan Sosialisme)
a)      Paham materialism sejarah historis/ historis materialism, yg intinya bahwa ekonomi merupakan infrastruktur yg menentukan jalan sejarah umat manusia.
b)      Paham bahwa pemilik modal memeras buruh dan menguasai alat-alat produksi dlm sistem industry dan hal itu merupakan sumber ketidakadilan yg harus dimusnakan.
c)      Paham bahwa sejarah dunia merupakan perjuangan kelas proletar (kelas bawah, wong cilik) melawan kaum borjuis (kelas atas, pemilik modal) yg berakhir kemenangan kaum proletar dan lahirnya masy tanpa kelas dlm kediktatoran proletariat dan sosialisme negara.

5. Fasisme
      Fasisme merupakan sebuah ideology yg berusaha menghidupkan kembali sosial, ekonomi dan budaya dari negara dengan berlandaskan pada asas nasionalisme yg tinggi, dengan ciri-ciri:
  1. Tidak setuju dengan kemapanan yg anti perubahan (konservatisme)
  2. Selalu muncul ketika Negara mengalami krisis masa lalu
  3. Selalu muncul ketika negara mengalami krisis

Ciri  khas pada Ideologi Fasisme :
  1. Rasialisme: pengikut ideologi ini tidak bebas berpikir terhadap ideology itu sendiri.
  2. Diktator: ajaran ini dogmatis, kritik dianggap suatu kejahatan. Perlawanan terhadap ajaran dan kekuasaan pemerintahan dimusnakan dgn cara kekerasan
  3. Imperalisme: atas dasar ideology mereka melakukan penguasaan atas bangsa lain
      Semboyan fasisme : “Crediere, Obediere dan Combattere” (Yakinlah, tunduklah, berjuanglah)

6. Nasionalisme
      Nasionalisme adalahsuatu paham yg berpendapat bahwa kesetiaan yang tertinggi harus diserahkan pada negara kebangsaan.
      Perasaan yg mendalam dalam suatu ikatan yg erat dengan tanah tumpah darahnya, dengan tradisi-tradisi setempat dan penguasaan resmi didaerahnya selalu ada disepanjang sejarah dengan kekuatan yang berbeda-beda.
Arti Nasionalisme :

  1. Sebagai suatu proses sejarah aktual, proses sejarah pembentukan nasionalitas sebagai unit-unit politik, pembentukan suku dan imperium kelembagaan negara nasional modern.
  2. Sebagai suatu teori, prinsip atau implikasi ideal dalam proses sejarah aktual.
  3. Nasionalisme menaruh kepedulian thd kegiatan-kegiatan politik, seperti kegiatan partai politik tertentu, penggabungan proses historis dan suatu teori politik.
  4. Sebagai suatu sentiment, yang menunjukan keadaan pikiran di antara nasionalitas.

Tidak ada komentar: